Saturday, November 14, 2015

Tehnik Mattompang Oleh Roedy Rustam

Mattompang merupakan sebuah ritual khusus untuk membersihkan bilah polo bessi, sebuah perlakuan khusus dan special , tidak hanya sekedar mencuci, namun lebih kepada sebuah filosofis kedekatan batin seorang pemilik dengan polo bessinya  . ibarat seorang lelaki yg mampu memuaskan pasangannya.

Biasanya ritual mattompang dilakukan pada hari tertentu atau hari baik, tergantung kepercayaan dan keyakinan masing-masing pemilik, saya sendiri biasa melakukannya pada hari jum'at siang atau tepatnya pada menjelang tanggasso tanra,bahan yg dibutuhkan pun terbilang sangat sederhana, yaitu jeruk nipis atau limau, sebanyak 3 biji, serta lullu atau lap.meskipun nanti yg digunakan hanyalah potongan sisi perbuah.

Sebaiknya proses ini juga dilakukan pada saat matahari muncul atau terik , hal ini akan sangat berdampak pada keberhasilan 'mappuale\' jika dilakukan pada ssat mendung atau matahari gelap, maka proses akan menjadi sulit dan lama.

Ada tiga langkah dalam Mattompang :

Langkah Pertama adalah pencucian

Dalam tahap awal ini , bilah polo bessi dibersihakan dari segala jenis karat yg menempel pada bilah, dengan cara memberikan
tetesan limau sebnayak tiga tetes pada pangkal, tengan dan ujung bilah sisi kanan, kemudian mengusapnya dengan menggunakan 
kombinasi ibu jari dan telunjuk secara acak , lakukan dengan perlahan dab hati hati, utamakan kepada objek yg terdapat banyak 
korosi dan karat ....  lakukan hingga karat tersebut hilang, ulangi pada sisi bilah kiri , dan terakhir usap dengan menggunakan Lullu', bahan ini skr sudah sangat jarang ditemukan sehingga bisa diganti dengan kertas koran.

Langkah kedua adalah resapan

Dalam tahap kedua ini,proses dilakukan seperti langkah pertama, hanya saja tetesan jeruk nipis cukup diberikan satu tetes pada pangkal, tengah dan ujung masing -masing bilah , kemudian usap dengan tehnik satu arah , dari pangkal ke ujung, secara simultan, lakukan hingga tetesan jeruk limau tadi menjadi terasa lengket hingga mengering,  dalam tahap ini Lullu' atau lap tidak dipergunakan lagi.


Langkah ketiga adalah ekstraksi mappuale.

Langkah ketiga ini mutlak dilakukan setelah melewati tahap kedua dengan sempurna, kita hanya perlu memberikan satu tetes limau pada pangkal bilah, saat diteteskan,secara alami tetesan tersebut akan berwarna putih kapur, langkah inilah yg menandakan bahwa anda berhasil melakukan tehnik " tompang mappuale' , kedua sisi bilah akan mengeluarkan aroma khas dan berwarna putih , dan akan lebih banyak mengeluarkan cairan putih, hal ini akan terjadi terus menerus , kecuali kita sendiri yg menghetikannya. ketika sudah sampai tahap ini, itu berarti proses ritual mattompang telah berhasil kita lakukan , saatnya kita akhiri dengan mencuci bersih dengan perasan air limau seperti tahap pertama, akan tetapi tidak disentuh dengan jari lagi . langsung dibersihkan dengan lullu' atau kertas koran .

Demikian tehnik mattompang secara sederhana , 
salam hangat,


Dalama' tapada salama'

( Sumber : Roedy Rustam / Sempugi )


0 comments:

Post a Comment