Saturday, February 15, 2014

Asuhan Persalinan yang Berkualitas (Intra Natal Care berkulitas)

Asuhan Persalinan Yang Berkualitas
Isu Kebidanan
Berdasarkan report ICM tahun 2011 dan Survey Bidan UNFPA di  58 negara termasuk Indonesia pada tahun 2010, ditemukan angka kematian ibu dan anak yang masih tinggi disemua negara. Secara global angka kematian ibu 91%; 80% of stillbirths; 82% of newborn mortality).

Pada laporan tersebut menyebutkan masih sedikit sekali bidan yang sungguh berkualitas yang memberikan pelayanan terintegrasi. Rendahnya pelayanan kegawatdaruratan kebidanan dan asuhan bayi baru lahir (kurangnya fasilitas, staff terlatih dan peralatan)

Pencapaian sasaran MDGs pada tahun 2015 menjadi salah satu prioritas utama bangsa Indonesia. Pencapaian tujuan dan target tersebut bukanlah semata-mata tugas pemerintah tetapi merupakan tugas seluruh komponen bangsa. Sehingga pencapaian tujuan dan target MDGs harus menjadi pembahasan seluruh masyarakat, termasuk Ikatan Bidan Indonesia (IBI). IBI dan anggota IBI telah mengambil peran dalam menyukseskan pencapaian target MDGs, khususnya target 4 dan 5 yang merupakan area pelayanan Kebidanan, KIA dan KB.

Kebijakan Pemerintah tentang pelayanan ibu dan anak seperti Safemotherhood, MPS, P4K, Jamkesda, Jampersal, MDGs belum menjawab semua kebutuhan kesehatan perempuan. Belum semua masyarakat memiliki akses pelayanan kesehatan yang berkualitas.

Pelayanan Kebidananan Kontinyu (Continuity Of Care)
Bidan diharuskan memberikan pelayanan kebidananan yang kontinyu (Continuity of Care) mulai dari ANC, INC, Asuhan BBL, Asuhan postpartum, Asuhan Neonatus  dan Pelayanan KB yang berkualitas.

Asuhan Persalinan oleh Bidan
Area pelayanan seorang bidan adalah pada kehamilan dan persalinan Normal. Bidan sangat berperan dalam persalinan dan kelahiran normal. Meningkatkan persalinan normal berarti menurunkan angka SC yang tidak perlu. Fokus pelayanan bidan adalah memberi informasi, pendidikan dan dukungan terlebih pada  primigravida dan bahkan kepada ibu post SC. 

Mengapa kita peduli pada Persalinan Normal
Pengaruh tindakan/intervensi dalam proses persalinan dapat berpengaruh terhadap ibu dan bayi. Sehingga dapat menimbulkan tingginya biaya persalinan dan akibat medis lainnya. Perempuan hamil yang sehat  mempunyai hak untuk mempertahankan integritas kelahiran normal, juga berhak atas akses terhadap asuhan kebidanan  yang berbasis llmiah. Seorang Ibu/Perempuan berhak mengontrol keadaan dirinya terhadap kelahiran normal.

Pelayanan Kebidananan Kontinyu and Persalinan Normal
Penguatan manajemen fisiologis sebagai ciri khas bidan. Seorang Bidan yang baik dan professional harus memahami filosofi Kebidanan bahwa hamil dan melahirkan bukan penyakit. Seorang bidan harus mampu mempraktekan pendekatan fisiologis yang paling tepat., menerapkan model praktik bidan, mengembangkan model praktik bidan, mempertahankan praktik mandiri, memahami lingkup praktik bidan berdasarkan Evidence based practice.

Asuhan persalinan normal
Bidan memfasilitasi persalinan sesuai dengan konsep kebidanan dan memberikan asuhan persalinan fisiologis yang berkualitas. Hal perlu di catat dan diingat persalinan bukan penyakit dan prosedur medik. Hamil dan melahirkan adalah suatu peristiwa normal bagi hampir semua perempuan. Hamil dan melahirkan bukan penyakit oleh sebab itu jangan disamakan seperti prosedur medik.  

Intervensi
Intervensi/tindakan yang dilakukan dapat memberikan bahaya lebih banyak daripada manfaat. Faktanya, dibanyak fasilitas kesehatan, intervensi/tindakan yang dilakukan terhadap kasus risiko rendah meruapak tindakan tidak efektif atau tidak diperlukan. Banyak perempuan tidak menyadari beberapa prosedur, pengobatan, test dan intervensi/tindakan dapat membahayakan dan menghilangkan proses kenormalan dalam persalinan. Beberapa praktisi telah melakukan mengevaluasi bahwa beberapa tindakan/intervensi lebih membahayakan daripada manfaat yang didapat. Masih banyaknya petugas di fasilitas kesehatan yang tidak memahami dan menerima pengetahuan terkini yang aman dan efektif dengan pelaksanaan asuhan kepada banyak perempuan.

Persalinan dengan Intervensi
Diantara tindakan/intervensi yang sering dilakukan kepada perempuan adalah Electronic Fetal Monitoring (CTG), Pemasangan Infus, Kateterisasi, Epidural, Narcotik, Entinox, Induksi Persalinan, Pemecahan selaput ketuban, Percepatan persalinan, Tindakan operative dalam persalinan (menjahit luka episiotomi) bahkan Sectio Caesaria (SC).

Persalinan Fisiologis
Persalinan yang dilakukan secara fisiologis menghasilkan lama persalinan lebih singkat, angka kasus gawat janin menurun, perdarahan post partum menurun, kejadian Perineum rupture rendah (15%) dan Kasus SC < 1%

Tempat Persalinan yang aman
Pertimbangkan kembali ! tempat persalinan yang aman adalah di luar Rumah Sakit dimana perempuan seharusnya bisa merasakan keluarnya hormon – hormon normal yang berfungsi dalam persalinan. Untuk itu tugas utama bidan adalah melindungi perempuan terhadap pengaruh yang menghalangi keluarnya hormon – hormon tersebut

Pendapat pakar kebidanan
Bahwa tempat yang paling baik untuk melahirkan adalah tempat dimana tidak ada orang lain kecuali seorang bidan yang berpengalaman yang berperan sebagai ibu.
Bidan harus mampu berbicara dengan tenang karena bahasa merupakan stimulus yg paling kuat menstimulus neocorteks. Ketenangan akan merajut suasana menjadi langkah yg kondusif dalam asuhan kebidanan sehingga ibu lebih tenang partus lebih cepat. 

Perubahan Praktik : Temukan kembali kebutuhan dasar ibu dan bayi, Terapkan konsep fisiologis asuhan kebidanan, Ekplore konsep hormonal seperti adrenalin – oxytocin antagonisme dan neocortical inhibition
 
Hasil Penelitian membuktikan bahwa Praktik  berikut ini aman dan bermanfaat:
  1. Rencanakan asuhan sesuai dengan keinginan perempuan 
  2. Informasikan keuntungan dan risiko melahirkan di tiap2 sarana pelayanan kebidanan (RS, RB, BPM) dan menghargai pilihan perempuan 
  3. Pengkajian risiko  setiap perempuan selama hamil, persalinan, dan kelahiran. 
  4. Memberikan jaminan pada setiap perempuan mendapat asuhan dan dukungan yang berkualitas dalam persalinan dari seorang bidan. 
  5. Memberikan perempuan cukup makan dan minum cukup cairan dalam persalinan. 
  6. Monitoring  djj secara manual. 
  7. Menerapkan metode tanpa obat, seperti masage dan teknik relaksasi. 
  8. Menganjurkan ibu jalan – jalan  
  9. IMD sesegera mungkin 
  10. Bantu ibu untuk memulai  breastfeeding sesegera mungkin setelah kelahiran.

Bidan yang sungguh berkuallitas yang merupakan bagian penting dalam pencapaian  MDGs 3, 4, .

Sumber :  http://www.ibi.or.id/

0 comments:

Post a Comment