Tanjung Bira

Tanjung Bira, Kab. Bulukumba, Prov. Sulawesi-Selatan, Indonesia.

Saturday, October 10, 2015

Mengangkang

Puisi ini kupersembahkan kepada sahabatku yang jauh di sana. Terima kasih, Sepi dan Air mata yang engkau ceritakan kini menimpaku pula. Mengangkang ***** Duduklah kawan dengan segelas kopi dan aduk dengan pelan dan saksikan mereka terbang dengan angan yang semakin dalam Tertawalah kawan sampai melayang Mereka adalah pemikir Mereka adalah pekerja Mereka adalah Pemimpin dan itu Mereka. Nikmatiah kopi itu kawan dengan pahit yang melawang membuatmu mengangkan dan semakin terangsang Jangan terlelap kawan mereka akan datang membawa...

Hutan Jati

AKU ingat betul masa itu. Masa entah berapa musim yang lalu, Rerumputan diam mematung, Daun-daun kering berserakan, Pohon jati kering kerontang, Burung-burung berkicau, di ujung daun rerumputan terlihat jelas setetes embun pagi yang tepat didepan bola mataku, dekat batang kayu jati menjadi tempat yag sangat cocok untuk tubuhku menyatu degan tanah. Penantianku tiga hari yang lalu terlampiaskan, riuh suara mobil dengan asap tebal membumbung yang...

Aku dan Lelaki Paruh Baya

PONDOK Angin berhembus begitu kencang, ombak begitu riuh menghantam karang, cahaya rembulan entah kenapa malam ini lagi-lagi menghilang. Suara riuh menemaniku malam ini menatap pondok yang selalu membuatku kembali ketempat ini, tempat yang sama dalam waktu yang lama. Pertemuanku pada pemilik pondok ini terjadi saat Ia memulai bercerita tentang misteri sebuah Gua, tempat yang menyimpang sejuta cerita masa lalu yang aku senangi, pertemuan inilah...

Pattimorang Gua Bessi Mallajang

BUNGA API Percika bunga api yang menyembur memecah gelap malam. Dari kejauhan, suara pertarungan antara palu dan besi yang telah melebur dalam panasnya arang memecah kesunyian malam. Cahaya dan bunyi ini acap kali terdengar setiap malam pertama dan kelima dalam hitungan minggu. Tapi entah kenapa, semusim ini cahaya dan suara itu terus saja terlihat dan terdengar dari belakang rumahku di seberang bukit di dalam Gua Pattimorang. Gua itu...

Bulan Merah

Kretek yang mengepul keluar dari mulutnya, dihisapnya dalam-dalam sembari menyeduh kopi menantang malam. Angin berhembus pelan dan pohon-pohon mematung menepis cahaya rembulan yang bersinar terang malam itu. Penjagaan yang ketat malam itu dilakukan karena salah satu pelaku zinah yang telah ditangkap sore tadi akan di rajam pas diperempatan jalan dibawah pohon asam. Rencananya mereka akan segera dikubur di bawah pohon itu dengan tubuh dikuburkan...

INARI

Aku panggil Ia Inari, wanita yang datang pada suatu senja dari musim semi membawa setangkai bunga yang telah lama terlelap dalam dekapan dingin musim dingin. Ia datang dengan mata sayup dan bibir merah tipis. Pertemuanku dengannya terjadi empat musim semi yang lalu dengan seledang putih menari ditubuhnya digoda angin. Aku adalah lelaki yang terlahir dengan sepi dan air mata. Tepat tangisan pertama, Ibuku mati karena dingin yang menusuk tubuhnya...