Tanjung Bira

Tanjung Bira, Kab. Bulukumba, Prov. Sulawesi-Selatan, Indonesia.

Sanggar Seni Panrita

STIKES Panrita Husada Bulukumba

Sekolah Sastra Bulukumba

Sekolahnya Penulis Bulukumba

Lopi Phinisi

Melanglang buana menerjang ombak mengarungi samudera

Suku Kajang, Bulukumba, Sulawesi Selatan

Hidup Selaras dengan Alam sebagai Kosmologi Suku Kajang, Bulukumba, Sulawesi Selatan

Showing posts with label Celoteh kopi. Show all posts
Showing posts with label Celoteh kopi. Show all posts

Thursday, February 25, 2016

Villa Pajoka Bulukumba

Di umur kita yang selalu berjalan kedepan ini terkadang pada setiap langkah tersandung batu, akar kayu, atau masa lalu yang terus saja terbayang di setiap pijakan. Atau sering kali disetiap langkah itu menemukan dompet dengan penuh uang kertas, atau menemukan sebuah tempat yang indah dengan laut tenang, ombak berjejer rapih menghantam pasir putih, dan cahaya bulan dilangit.

Iya, bertambahnya umur itu tentulah ada pahit manis dan asinnya. Kita tetap harus melangkah. Kita adalah manusia, terlahir untuk berjalan di dunia ini.

Pajoka Villa, Bulukumba.

Wednesday, February 24, 2016

Rahasia Kecil

Aku sama halnya engkau sejatinya suka menyimpan rahasia kecil lalu kau tenggelamkan sedalam mungkin dalam palung jiwamu. Jikalau sepi datang menghampiri, dengan pelan dan pasti engkau terawang dalam-dalam tuk mengingatnya kembali.

Kadang engkau tertawa kecil atau bahkan menangis dengan bantal dimukamu. Lalu dengan sigap engkau tenggelamkan kembali sedalam mungkin dan biasanya tiba-tiba suatu waktu kembali mengapung diam-diam dalam anganmu.

Iya, kita sejatinya sama. Menyimpan rahasia kecil tuk menemani kita berjalan di sudut bumi ini.

Selamat berakhir pekan.

Topada Salamaki


Thursday, December 31, 2015

Selamat tahun baru 2016 M

Menanti tahun baru 2016
Semoga kita semua diberikan rahmat dan hidayah oleh Tuhan yang maha esa untuk tetap menikmati hangatnya mentari pagi, Indahnya senja di bibir pantai, Menikmati kilau Pamor polobessi, melihatmu tersenyum, dan yang paling penting seluruh orang-orang disekitar kita tetap sehat selalu.

Bulukumba
19 Rabi-al Awaal 1437 H.

Topada salamaki.

Sunday, December 27, 2015

Dompea

"Dasar bodoh, Kamu tidak perlu lagi keluar masuk hutan, kelaparan, Menenteng bedil dan puluhan amunisi yang berat. sekarang itu jamannya jadi pejabat, korupsi banyak-banyak, beli surat kabar, Stasiun Televisi, dan Radio".

Entah apa yang ada didalam pikirannya. Dulu, Lelaki tua itu adalah mantan gerombolan paling dicari. Sambil tersenyum, Ia menghisap dalam-dalam tembakau yang telah digulungnya.

(Penggalan cerita "Dompea")

Saturday, December 26, 2015

Masa Lalu

Aku memiliki banyak kesalahan dalam hidup. Sampai saat ini masih membekas, semakin hari semakin dalam. Untuk menguburnya mesti menuliskannya dan itu salah satu obat yang paling mujarab selain menatap senyummu dalam sebuah kanvas di dinding.

Negeri satu kamar

Mendengar lantunan Gloomy Sunday membuatku kembali tenggelam dalam angan-angan. Semua kembali menari, Pesta sabtu malam dan hitam secangkir kopi menambah kemeriahan. Semua berhamburan ke lantai jingkrak menggetarkan seluruh tubuhnya. Kali ini semua bergembira tak terkecuali cicak yang berpesta dengan nyamuk dan tokek dengan santapanya cicak, saling memangsah dalam keriangan, satu persatu hingga tersisa empat pasang dengan gerakan Irish Dance, botol dengan tarian salsa, cangkir menggerakkan perutnya berusaha menarikan Belly dance.

Tiba-tiba bantal dan guling meloncat dari ranjang menari mengelilingi kamar, dari sekian tarian yang pernah Ia perlihatkan, malam ini bagaikan Siwa Nata Raja menggoyangkan seluruh badannya hingga semua tercengang, tokek berteriak.

"Inilah dia Penari Kosmis, tidak sembarang ditarikan. Hanya mereka yang beruntung yang dapat menyaksikan, dan mereka yang beruntung adalah kita semua".

Guling yang terus saja menari membuat semua tercengang, Buku dengan ribuah katanya tak mampu mengedipkan mata, pulpen dan pensil hanya tercengang dengan mulut terbuka, kursi, cangkir, botol, puntung rokok, kemoceng termengung.

"Hentikan tarianmu Guling, tarian yang begitu indah tidaklah berarti apa-apa jika kami semua hanya melihat dan tidak ikut dalam kegembiraan, Ini bukan pesta namanya".

Seisi kamar memandangiku. dan semua kembali diam dan meninggalkanku dalam sunyi.

Selamat malam.

#Topada_Salamaki.