Tanjung Bira

Tanjung Bira, Kab. Bulukumba, Prov. Sulawesi-Selatan, Indonesia.

Sanggar Seni Panrita

STIKES Panrita Husada Bulukumba

Sekolah Sastra Bulukumba

Sekolahnya Penulis Bulukumba

Lopi Phinisi

Melanglang buana menerjang ombak mengarungi samudera

Suku Kajang, Bulukumba, Sulawesi Selatan

Hidup Selaras dengan Alam sebagai Kosmologi Suku Kajang, Bulukumba, Sulawesi Selatan

Showing posts with label Kebidanan. Show all posts
Showing posts with label Kebidanan. Show all posts

Thursday, December 31, 2015

Selamat tahun baru 2016 M

Menanti tahun baru 2016
Semoga kita semua diberikan rahmat dan hidayah oleh Tuhan yang maha esa untuk tetap menikmati hangatnya mentari pagi, Indahnya senja di bibir pantai, Menikmati kilau Pamor polobessi, melihatmu tersenyum, dan yang paling penting seluruh orang-orang disekitar kita tetap sehat selalu.

Bulukumba
19 Rabi-al Awaal 1437 H.

Topada salamaki.

Tuesday, May 5, 2015

1 Miliar Orang di Dunia Alami Hipertensi

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) Margaret Chan memimpin peringatan berdirinya organisasi itu pada tanggal 7 April 1948. Setiap tahun Hari Kesehatan Sedunia dirayakan dengan menyoroti isu kesehatan publik.

Foto : VOA Indonesia
Tema tahun ini adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi, salah satu penyumbang utama penyakit jantung dan stroke. Dr. Chan mengatakan pengaruh kondisi saat ini menyebabkan krisis kesehatan global.

“Setiap tahun, tekanan darah tinggi menyumbang kepada kematian hampir 9,4 juta orang akibat penyakit jantung dan stroke, dan jika digabungkan, kedua penyakit ini merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia. Hipertensi juga meningkatkan risiko gagal ginjal, kebutaan, dan beberapa kondisi lain. Hipertensi kerap terjadi bersamaan dengan faktor-faktor risiko lain seperti obesitas, diabetes, dan kolesterol tinggi yang meningkatkan risiko kesehatan,” paparnya.

Secara keseluruhan, WHO melaporkan negara-negara berpendapatan tinggi punya jumlah penderita hipertensi yang lebih rendah dibandingkan negara-negara berpendapatan rendah dan menengah. Organisasi itu mengatakan jumlah penderita penyakit ini paling banyak terdapat di Afrika, di mana hampir separuh orang dewasa mengalami hipertensi. Yang terendah terdapat di benua Amerika.

WHO mengatakan tekanan darah tinggi bisa dicegah dan diobati begitu didiagnosis. Organisasi itu mendesak semua orang dewasa di seluruh dunia agar memeriksakan tekanan darah mereka, sehingga bisa mengambil langkah-langkah untuk mengatasinya.

Margaret Chan mengatakan tekanan darah tinggi harus ditangani secara serius. “Hipertensi merupakan peringatan keras dan tidak bisa diabaikan karena ada risiko pada kesehatan, jadi harus ada langkah yang dilakukan. Namun hipertensi adalah peringatan yang diberikan secara diam-diam. Apa artinya? Biasanya hipertensi tidak memperlihatkan gejala-gejala selama bertahun-tahun bahkan berpuluh-puluh tahun. Jadi sangat penting kita mengetahui tanda-tanda peringatan dini dengan memeriksakan tekanan darah secara teratur,” ujarnya lagi.

WHO mengatakan orang bisa mengurangi risiko tekanan darah tinggi dengan mengurangi asupan garam, makan makanan bergizi, berolah raga teratur, menghindari rokok dan minuman beralkohol. Jika perubahan gaya hidup ini tidak ampuh, WHO mengatakan tersedia pengobatan murah untuk mengobati penyakit itu.

Sumber : VOA Indonesia

Sunday, March 1, 2015

Sekitar 1,1 Miliar Remaja Terancam Alami Kerusakan Pendengaran Secara Permanen

Untuk melindungi kesehatan pendengaran, Anda dianjurkan untuk membatasi diri dalam mendengarkan musik menjadi tak lebih dari satu jam per hari, begitu kata sebuah laporan Organisasi KEsehatan Dunia, WHO.

Menurut WHO 1,1 miliar remaja dan anak muda terancam mengalami kerusakan pendengaran secara permanen karena mendengarkan musik "terlalu banyak, terlalu keras."

Disebutkan, pemutar audio, konser dan bar merupakan "ancaman serius."

WHO memperkirakan, sekitar 43 juta orang berusia antara 12-35 tahun mengalami kehilangan pendengaran, dan angkanya terus bertambah.

Pada kelompok umur tersebut, demikian laporan WHO, setengah dari warga di negeri-negeri kaya atau berpenghasilan menengah, berhadapan dengan tingkat suara yang tidak aman dari peralatan audio pribadi.

Sementara 40 persen dihadapkan pada bahaya dari suara yang datang dari klub-klub dan bar.
Proporsi dari remaja AS yang mengalami kehilangan pendengaran meningkat dari 3,5% di tahun 1994 menjadi 5,3% di tahun 2006.

Apa artinya konser?

Dr Etienne Krug, direktur pencegahan cedera WHO mengatakan kepada BBC: "Sangatlah penting untuk menjaga agar volume cukup rendah saat mendengarkan musik. Tetapi membatasi penggunaan peralatan audio personal menjadi kurang dari sejam per hari akan sangat bermanfaat untuk mengurangi kebisingan yang mengganggu."

Dr Krug mengatakan, satu jam pun bisa menjadi terlalu banyak jika volumenya terlalu tinggi.

WHO merekomendasikan agar volume dipasang maksimum 60 persen.
Lembaga PBB ini juga menyebut, sumbat kuping mesti digunakan di acara-acara yang sangat bising, dan menyarankan diambilnya "rehat pendengaran" serta berdiri menjauh dari pengeras suara pada berbagai acara.

Tetapi apa artinya datang ke konser kalau begitu?
"Kami menyadari, ini akan berhadapan dengan kesulitan. Seperti mengkonsumsi alkohol, begitu banyak faktor risiko yang terkait pada penikmatan, tapi kita harus membuat orang menyadari hal ini."

Hal ini, kata WHO, selain merupakan tanggung jawab personal, juga merupakan tanggung jawab negara dan perusahaan komersial.
Dikatakan, klub-klub mesti menyediakan ruangan yang tenang dan membagikan sumbat kuping; sementara perusahaan pembuat headphone mesti membatasi volume, dan pemerintah mesti memberlakukan hukum yang lebih tegas.

Sunday, December 14, 2014

Pementasan Sanggar Panrita di Hotel Bintang Galesong, Takalar.

(Dok : Zulengka Tangallilia)
Seminar yang diadakan sehari sebelumnya di Hotel Clarion (11/12) dilanjutkan dengan penandatanganan MOU kerjasama antara 10 Universitas dari tiga negara yakni Indonesia, Tahailand, dan Filipina.

Penandatanganan MOU ini dilaksanakan di Hotel Bintang Gesong, Takalar. STIKES Panrita Husada Bulukumba yang merupakan salah satu peserta dalam kerjasama lintas negara ini memberikan pertunjukan Seni yang mengankat Budaya Ammatowa, Kajang. Selain itu, kampus lainya adalah STIKES Tanah Wali Persada, Takalar yang mempersembahkan tari Panen, dan AKBID Tahira Al-Baeti yang mempersembahkan Tari Moderen Dance.

Dengan adanya kerjasama lintas negara ini diharapkan kedepannya memberikan kualitas tenaga kesehatan yang berkualitas dari masing-masing Universitas.

Saturday, October 11, 2014

Bunyi Nafas Mp3

Assalamu Alaikum....

Selamat pagi teman-teman.... kali ini saya akan bagikan Suara Nafas, mungkin bisa berguna bagi teman-teman yang bergelut di dunia Kesehatan. ok deh, nhy saya langsung saya bagikan, tinggal di download

Ok deh... selamat download, selamat belajar....

  1. Bunyi Nafas Bronchial.wav_MP3
  2. Bunyi NafasBroncho vesicular.wav_MP3
  3. Bunyi NafasEdema paru_MP3
  4. Bunyi NafasMonophonic wheeze_MP3
  5. Bunyi NafasPlural friction rub_MP3
  6. Bunyi NafasRhonchi.wav_MP3
  7. Bunyi NafasStridor.wav_MP3
  8. Bunyi NafasVesikuler_normal.wav_MP3
  9. Bunyi NafasWheezes_MP3

Friday, September 26, 2014

Website penyedia Jurnal Kesehatan

Susah mencari Jurnal, Artikel kesehatan ?

Memansih... mencari jurnal di Goole atau mesin pencari lainya seperti Schoolar itu gampang-gampang susah, jadi dibutuhkan semangat yang lebih.

Yah... kali ini saya akan Bagi kepada teman-teman yang membutuhkannya untuk menyusun Karya Tulis Ilmiah (KTI), Skripsi, atau ingin menambah pengetahuan, dibawah ini tersedia alamat Httml untuk mendownloadnya.

Selamat mengcari yah :
  1. AAACN Viewpoint: Jurnal tentang Ambulatory Care Nursing
  2. African Journal of Midwifery & Women’s Health: Jurnal tentang maternitas dan kesehatan ibu
  3. AORN Journal: Jurnal tentang keperawatan perioperatif
  4. Archives of Psychiatric Nursing: Jurnal tentang keperawatan jiwa
  5. Australian Journal of Advanced Nursing: Jurnal tentang Advanced Nursing
  6. British Journal of Neuroscience Nursing: Jurnal tentang keperawatan bedah syaraf
  7. Critical Care Nursing Clinics of North America: Jurnal tentang keperawatan kritis
  8. European Journal of Oncology Nursing: Jurnal tentang keperawatan onkologi
  9. Evidence-Based Nursing: Jurnal tentang Evidence-Based Nursing
  10. Gastrointestinal Nursing: Jurnal tentang gastroenterology
  11. Geriatric Nursing: Jurnal tentang keperawatan geriatrik
  12. Heart & Lung: The Journal of Acute & Critical Care: Jurnal tentang masalah jantung paru akut dan kritis
  13. Human Resources for Health: Jurnal tentang pengembangan sumber daya kesehatan
  14. Infant: Jurnal tentang infant & neonatal
  15. International Emergency Nursing: Jurnal tentang keperawatan gawat darurat
  16. International Journal of Nursing Knowledge: Jurnal tentang isu & tren keperawatan
  17. International Journal of Nursing Studies: Jurnal tentang isu & tren keperawatan
  18. International Journal of Orthopedic Trauma Nursing: Jurnal tentang keperawatan ortopedi dan trauma
  19. International Nursing Review: Jurnal tentang kebijakan & advokasi keperawatan
  20. Issues in Mental Health Nursing: Jurnal tentang isu keperawatan kesehatan mental
  21. Journal of Addictions Nursing: Jurnal tentang keperawatan adiksi (kecanduan)
  22. Journal of the Association of Nurses in AIDS Care: Jurnal tentang perawatan AIDS
  23. Journal of Community Health Nursing: Jurnal tentang keperawatan kesehatan komunitas
  24. Journal of Emergency Nursing: Jurnal tentang keperawatan gawat darurat
  25. Journal of Neonatal Nursing: Jurnal tentang keperawatan neonatal
  26. Journal of Neuroscience Nursing: Jurnal tentang keperawatan Neuroscience
  27. Journal of Pediatric Nursing: Jurnal tentang keperawatan pediatrik
  28. Journal of PeriAnesthesia Nursing: Jurnal tentang keperawatan anastesi
  29. Journal of Professional Nursing: Jurnal tentang pendidikan dan kebijakan keperawatan
  30. Journal of Vascular Nursing: Jurnal tentang keperawatan vaskular
  31. MEDSURG Nursing: Jurnal tentang keperawatan medikal bedah
  32. Neonatal Network® The Journal of Neonatal Nursing: Jurnal tentang keperawatan di NICU
  33. Nursing Clinics of North America: Jurnal tentang keperawatan klinik
  34. Nursing Education Perspectives: Jurnal tentang pendidikan keperawatan
  35. Nursing Economics: Jurnal tentang isu kesejahteraan perawat
  36. Nurse Education Today: Jurnal tentang pendidikan keperawatan
  37. Nurse Leader: Jurnal tentang kepemimpinan keperawatan
  38. Nursing Outlook: Jurnal tentang isu & tren keperawatan
  39. Nursing Standard: Jurnal tentang standar keperawatan
  40. Nursing Times: Jurnal tentang pengembangan keperawatan
  41. Oncology Nursing Forum: Jurnal tentang keperawatan onkologi
  42. Open Nursing Journal: Jurnal tentang manajemen pelayanan kesehatan
  43. Pain Management Nursing: Jurnal tentang manajemen nyeri
  44. Pediatric Nursing: Jurnal tentang keperawatan pediatrik
  45. Seminars in Oncology Nursing: Jurnal tentang keperawatan onkologi
  46. Teaching & Learning in Nursing: Jurnal tentang pembelajaran keperawatan
  47. The Journal for Nurse Practitioners (JNP): Jurnal tentang praktik keperawatan
  48. Urologic Nursing Journal: Jurnal tentang keperawatan urologi
  49. Western Journal of Nursing Research: Jurnal tentang isu & tren keperawatan
Sumber : Dari berbagai sumber


Tuesday, September 2, 2014

Jurnal Kesehatan Bahasa Indonesia Umum

Salam Blogger Bulukumba, Lagi sibuk yah mencari Jurnal Kesehatan Bahasa Indonesia, susah yah mendapatkanya. Berhubung saya Hobby bagi-bagi ilmu, kali ini saya akan bagikan Jurnal Kesehatan tapi kali ini jurnalnya umum yah.

Sebelum Mendownloadnya, Sobat Daftar dulu yah ke Dropbox, bukan ke penghulu, menikah itu namanya. hehehe... Bercanda.

Ok deh, kita langsung aja yah ke bagi-bagi ilmunya, soalnya kalau bagi-bagi uang, maaf, heheh saya belum kerja. ets jangan lupa Like atau Komentarnya yah.
  1. Analisis Efektivitas Kerja Perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Mayjen H.A. Thalib Kabupaten Kerinci Propinsi Jambi Tahun 2011 (Klik)
  2. Beberapa Faktor yang Memengaruhi Kinerja Perawat dalam Menjalankan Kebijakan Keperawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (Klik)
  3. Evaluasi Pelayanan Yang Diberikan Oleh Perawat Pada Ruang Kelas Iii Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Soedarso (Klik)
  4. Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kinerja Perawat  Di Rumah Sakit Tingkat Iii 16.06.01 Ambon (Klik)
  5. Hubungan Antara Beban Kerja, Stres Kerja Dan Tingkat Konflik Dengan Kelelahan Kerja Perawat Di Rumah Sakit Islam Yogyakarta Pdhi Kota YogyakartaHubungan Antara Beban Kerja, Stres Kerja Dan Tingkat Konflik Dengan Kelelahan Kerja Perawat Di Rumah Sakit Islam Yogyakarta Pdhi Kota Yogyakarta (Klik)
  6. Hubungan antara komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien di Rumah Sakit lslam Kendal (Klik)
  7. Indek Kepuasan Pasien Suatu Rumah Sakit Swasta Di Purwokerto (Klik)
  8. Interaksi Pasien, Keluarga Dan Petugas Kesehatan Dalam Perawatan Akhir-Hidup Pasien Sakit Terminal (Klik)
  9. Karakteristik Pasien Dan Kinerja Unit Onkologi Komplementer Medis – Tcm Rs Harapan Bunda Jakarta (Klik)
  10. Pembinaan Sikap Profesional Perawat Dalam Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit Sari Mulia Banjarmasin (Klik)
  11. Pembuatan 177lu-Ctmp Untuk Paliatif Nyeri Tulang (Klik)
  12. Pengaruh Pendidikan Kesehatan Persiapan Pasien Pulang Terhadap Kepuasan Pasien Tentang Pelayanan Keperawatan Di Rs Romani Semarang (Klik)
  13. Pengaruh pendidikan kesehatan tentang perawatan perineum terhadap kesembuhan luka episiotomy klien post partum di BKA Aisyiyah, karangkajen, DIY (Klik)
  14. Peran Konseling Berkelanjutan pada Penanganan Pasien Hiperkolesterolemia (Klik)
  15. Profesionalisme Keperawatan Dalam Lingkup Rumah Sakit_1_ (Klik)
  16. Telehealth Dalam Pelayanan Keperawatan (Klik)
  17. Telenursing Sebagai Suatu Solusi Pemberian Asuhan Keperawatan Pada Masyarakat Di Era Teknologi Informasi (Klik)
Ok deh, cukup sekian yah. kalau Sobat memiliki Info terbaru tentang kesehatan atau Memiliki Koleksi Jurnal atau apa saja  yang penting baik dan bermanfaat berhubungan dengan pengetahuan bagi-bagi donk, Bisa lewat Email Saya : jelajahloronglorong@gmail.com dan Facebook ( Klik )



Jurnal Kesehatan Zat dalam Tubuh

Salam blogger, hay sahabat dunia maya, maaf, baru muncul lagi ni. kali ini saya akan membagikan sejumlah jurnal yang saya kumpulkan saat kuliah semester lima (V), jurnal ini berhubungan dengan zat-zat yang ada di dalam tubuh manusia, mungkin banyak teman-teman yang bingung mencari jurnal kesehatan yang cara men-downloadnya yang begitu sulit dan rumit, yah... tahu deh, mencari jurnal kesehatan itu susah-susah gampang, tapi kali ini saya membagikan jurnal yang mudah di download.

kalau begitu, langsung aja yah... semoga bermanfaat...
  1. Efek Asam Lemak Jenuh Dan Asam Lemak Tak Jenuh Trans Terhadap Kesehatan (Klik)
  2. Fisiologi dan Gangguan Keseimbangan Natrium, Kalium dan Klorida serta Pemeriksaan Laboratorium (Klik)
  3. Higiene Dan Sanitasi Makanan Jajanan Di Tlogosari Kelurahan Mukti Harjo Kidul Kecamatan Pedurungan Semarang (Klik)
  4. Hubungan Ketahanan Pangan Tingkat Keluarga Dan Tingkat Kecukupan Zat Gizi Dengan Status Gizi Batita Di Desa Gondangwinangun Tahun 2012 (Klik)
  5. Penggunaan self cleanfug Fotokatalis Tio2 dalam Mendegradasi Ammonium (NHd) Berdasarkan lama waktu penyinalan (Klik)

Tuesday, August 26, 2014

Apa Itu Virus Ebola ?


Apa itu Ebola?
Virus Ebola di Afrika
Ebola adalah virus Ebolavirus (EBOV), genus virus dan penyakit demam hemorrhagic Ebola (EHF), virus demam hemorrhagic (VHF). Terdapat empat spesies yang diakui dalam ebolavirus genus, yang memiliki nomor strain tertentu. '' Zaire virus'' adalah spesies tipenya, yang juga yang pertama ditemukan dan paling mematikan. Micrographs elektron menunjukkan panjang filamen, karakteristik keluarga virus Filoviridae. Virus mengganggu pada sel-sel endotel yang lapisan permukaan interior pembuluh darah dan kaskade. Sebagai dinding pembuluh darah yang rusak dan platelet mampu mengentalkan, pasien menyerah hypovolemic shock. Ebola ditularkan melalui cairan-cairan tubuh. Eksposur kulit dan conjunctiva juga dapat menyebabkan untuk transmisi, tetapi untuk tingkat yang lebih rendah. Ebola pertama muncul pada tahun 1976 di Zaire. Itu, bagaimanapun, tetap sebagian besar tidak jelas sampai 1989 dengan wabah luas dipublikasikan di Reston.

Ebola etimologi

Virus ini dinamai lembah Sungai Ebola di Republik Demokratik Kongo (dulunya Zaire), yang secara dekat situs pecahnya diakui pertama pada tahun 1976, sebuah rumah sakit misi yang dijalankan oleh biarawati Flandria.

Klasifikasi Ebola

Genera '' Ebolavirus'' dan '' Marburgvirus'' awalnya diklasifikasikan sebagai spesies dari genus '' Filovirus'' sekarang tidak ada. Pada Maret 1998, Subkomite Virus vertebrata diusulkan pada Komite Internasional pada taksonomi dari virus (ICTV) untuk mengubah genus '' Filovirus'' '' Filoviridae'' keluarga dengan dua genera tertentu: '' Virus Ebola-like'' dan '' virus Marburg-seperti ''. Proposal ini dilaksanakan di Washington, D.C. sebagai dari April 2001 dan di Paris sebagai Juli 2002. Pada tahun 2000, usulan lain dibuat di Washington, DC untuk mengubah "-seperti virus" untuk "-virus" mengakibatkan hari ini '' Ebolavirus'' dan '' Marburgvirus''.

Tingkat perubahan genetik seratus kali lebih lambat dari Influenza A pada manusia, tetapi pada besarnya sama yang Hepatitis B. menggunakan angka ini, dan Ebolavirus Marburgvirus diperkirakan telah menyimpang beberapa ribu tahun yang lalu.

Zaire virus (ZEBOV): '' Zaire virus'', sebelumnya bernama '' Zaire Ebola Virus'', memiliki tingkat fatalitas kasus tertinggi, hingga 90% pada epidemi, dengan rata-rata kasus tingkat kematian sekitar 83% lebih dari 27 tahun. Ada lebih wabah '' Zaire ebolavirus'' dari spesies lain. Serangan pertama terjadi pada 26 Agustus 1976 di Yambuku. Mabalo Lokela, seorang guru sekolah berusia 44 tahun, menjadi kasus pertama yang tercatat. Gejala mirip malaria, dan berikutnya pasien yang menerima Kina. Transmisi awal diyakini karena menggunakan kembali jarum untuk Lokela's injeksi tanpa sterilisasi. Transmisi berikutnya adalah juga karena kurangnya perawat penghalang dan metode persiapan pemakaman tradisional, yang melibatkan cuci dan pencernaan pembersihan.

Sudan ebolavirus (SEBOV): virus adalah spesies kedua Ebola yang muncul dengan '' Zaire virus''. Diyakini berasal di antara pekerja pabrik kapas di Nzara, Sudan, dengan kasus pertama yang dilaporkan sebagai seorang pekerja yang terpapar reservoir alami yang potensial. Ilmuwan diuji semua jenis binatang dan serangga dalam menanggapi ini; Namun, tidak ada diuji positif untuk virus. Kapal induk masih belum diketahui. Kurangnya perawatan penghalang memfasilitasi penyebaran penyakit. Pecahnya terbaru terjadi pada Mei 2004. 20 dikonfirmasi kasus yang dilaporkan di Yambio County, Sudan, dengan lima kematian yang dihasilkan. Rata-rata tingkat fatalitas adalah 54% pada tahun 1976, 68% pada tahun 1979 dan 53% pada tahun 2000 dan 2001.

Reston ebolavirus (REBOV): ditemukan selama pecahnya virus Simian demam hemorrhagic (SHFV) di makan kepiting kera dari Hazleton laboratorium (sekarang Covance) pada tahun 1989. Sejak awal wabah di Reston, itu telah muncul di Filipina, Siena Italia, Texas, dan antara babi di Filipina. Meskipun statusnya sebagai organisme tingkat-4, non-patogenik manusia namun berbahaya di monyet.

Cote d'Ivoire ebolavirus (CIEBOV): juga disebut sebagai '' Pantai Gading ebolavirus'' dan '' Tai ebolavirus'', itu pertama kali ditemukan di antara simpanse dari Tai hutan di Pantai Gading, Afrika pada 1 November 1994. Pembedahan menunjukkan darah dalam jantung tanda cokelat, tidak jelas terlihat pada organ, dan paru-paru nekropsi yang ditampilkan salah satu yang penuh dengan darah. Penelitian dari jaringan yang diambil dari simpanse menunjukkan hasil mirip dengan kasus manusia selama wabah Ebola 1976 di Zaire dan Sudan. Simpanse mati karena lebih banyak ditemukan, dengan banyak pengujian positif untuk Ebola yang menggunakan teknik molekuler. Sumber kontaminasi diyakini daging terinfeksi Barat merah Colobus monyet, yang simpanse berburu keras. Salah satu ilmuwan yang melakukan pembedahan pada simpanse terinfeksi dikontrak Ebola. Ia mengembangkan gejala-gejala yang mirip dengan demam berdarah demam sekitar seminggu setelah nekropsi, dan dibawa ke Swiss untuk perawatan. Dia dipulangkan dari rumah sakit setelah dua minggu dan telah sepenuhnya pulih enam minggu setelah infeksi.

Bundibugyo ebolavirus: pada tanggal 24 November 2007, Departemen Kesehatan Uganda dikonfirmasi wabah Ebola di distrik Bundibugyo. Setelah konfirmasi sampel yang diuji oleh laboratorium rujukan Nasional Amerika Serikat dan CDC, World Health Organization dikonfirmasi kehadiran spesies baru. Pada 20 Februari 2008, Departemen Uganda secara resmi mengumumkan akhir epidemi di Bundibugyo dengan orang terakhir yang terinfeksi habis pada 8 Januari 2008. Uganda pejabat mengkonfirmasi total 149 kasus Ebola spesies baru ini, dengan 37 kematian yang dikaitkan dengan ketegangan (24.83%).

Ebola virologi 

Struktur

Elektron micrographs anggota genus '' Ebolavirus'' menunjukkan mereka memiliki karakteristik struktur thread-seperti filovirus. EBOV VP30 adalah sekitar 288 asam amino yang panjang. Virions tubular dalam bentuk umum tetapi variabel dalam bentuk keseluruhan dan mungkin muncul sebagai gembala klasik crook atau eyebolt, sebagai '' U'' atau '' 6'', atau menjadi, melingkar, atau bercabang. Namun, teknik pemurnian laboratorium, seperti centrifugation, dapat berkontribusi untuk beberapa. Virions yang umumnya 80 nm diameter dengan menembus lipid dua lapis penahan glikoprotein yang proyek 7 sampai 10 nm paku panjang dari permukaan. Mereka adalah panjang variabel, biasanya sekitar 800 nm, tetapi Mei sampai dengan 1000 nm panjang. Di tengah-tengah virion adalah suatu struktur yang disebut '' nucleocapsid'', yang dibentuk oleh komponen-luka virus genom RNA complexed dengan protein NP, VP35, VP30, dan L. Ini memiliki diameter 80 nm dan berisi saluran pusat 20–30 nm in diameter. Dikodekan virally glikoprotein (GP) paku 10 nm panjang dan 10 nm terpisah yang hadir di luar amplop virus virion, yang berasal dari membran sel yang di-host. Antara amplop dan nucleocapsid, di ruang disebut matriks, protein viral VP40 dan VP24 berada.

Genom

Virion masing-masing berisi satu molekul linear tunggal, negatif-sense RNA, 18,959 untuk 18,961 nukleotida panjangnya. Ujung 3 ' tidak polyadenylated dan ujung 5 ' tidak tertutup. Ditemukan nukleotida 472 dari ujung 3' dan 731 nukleotida dari 5' akhir yang cukup untuk replikasi. Kode untuk tujuh struktural protein dan satu non-struktural protein. Urutan gen merupakan 3 ' - pemimpin - NP - VP35 - VP40 - GP/sGP - VP30 - VP24 - L - trailer - 5 '; dengan pemimpin dan trailer menjadi non-ditranskripsi daerah, yang membawa sinyal penting untuk mengontrol transkripsi, replikasi, dan kemasan genom virus ke dalam virions baru. Materi genomik dengan sendirinya tidak menular, karena protein viral, di antara mereka bergantung RNA RNA polimerase, diperlukan untuk menuliskan genetika virus ke mRNAs, serta untuk replikasi genetika virus.

Replikasi

Virus tidak tumbuh melalui pembelahan sel, karena mereka tidak sel (aselular); Sebaliknya, mereka menggunakan mesin dan metabolisme sel untuk menghasilkan beberapa salinan dari diri mereka sendiri, dan mereka berkumpul di sel.

Ebola epidemiologi

Waduk alam

Antara tahun 1976 dan 1998, dari 30.000 Mamalia, burung, reptil, amfibia dan arthropoda sampel dari wabah daerah, tidak '' Ebolavirus'' terdeteksi selain beberapa materi genetik yang ditemukan di enam tikus ('' Mus setulosus'' dan '' Praomys'') dan satu pemberang ('' Sylvisorex ollula'') dikumpulkan dari Republik Afrika Tengah. Virus terdeteksi di bangkai gorila, simpanse dan duikers selama wabah pada tahun 2001 dan 2003, yang kemudian menjadi sumber infeksi manusia. Namun, kematian yang tinggi dari infeksi pada spesies ini membuat mereka tidak mungkin sebagai waduk alami. Kelelawar diketahui berada di pabrik kapas di mana indeks kasus untuk 1976 dan 1979 wabah yang bekerja, dan mereka juga telah terlibat dalam Marburg infeksi pada tahun 1975 dan 1980. Tidak adanya tanda-tanda klinis pada kelelawar ini adalah karakteristik spesies reservoir. Dalam sebuah survei 2002–2003 1,030 hewan yang termasuk 679 kelelawar dari Gabon dan Republik Kongo, 13 buah kelelawar yang ditemukan mengandung '' Ebolavirus'' RNA. Pada tahun 2005, tiga spesies kelelawar ('' Hypsignathus monstrosus'', '' Epomops franqueti'' dan '' Myonycteris torquata'') telah diidentifikasi sebagai membawa virus tetap asimtomatik. Mereka diyakini menjadi alami spesies, atau reservoir, virus.

Reston ebolavirus-tidak seperti rekan-rekan Afrika-non-patogenik, non-mematikan pada manusia. Telah didokumentasikan dalam simpanse dan babi; Walaupun kematian yang tinggi di antara monyet, dan kemunculannya baru-baru ini di babi, membuat mereka tidak mungkin alam waduk.

Transmisi

Buah-buahan drop sebagian dimakan kelelawar dan pulp, mamalia darat seperti gorila dan duikers makan buah-buahan yang jatuh ini. Rantai peristiwa-peristiwa membentuk cara tidak langsung yang mungkin untuk transmisi dari host alami pada populasi hewan, yang telah memimpin penelitian terhadap virus penumpahan pada air ludah dari kelelawar. Buah produksi, perilaku hewan, dan faktor lainnya bervariasi pada waktu yang berbeda dan tempat-tempat yang dapat memicu wabah di antara populasi hewan. Transmisi antara waduk alam dan manusia langka, dan wabah biasanya dilacak ke indeks satu kasus di mana seorang individu telah menangani bangkai gorila, simpanse, atau duiker. Virus kemudian menyebar person-to-person, terutama dalam keluarga, rumah sakit, dan selama beberapa ritual mayat di mana kontak di antara individu menjadi lebih mungkin.

Virus telah dikonfirmasi untuk ditransmisikan melalui cairan-cairan tubuh. Transmisi melalui eksposur lisan dan melalui conjunctiva eksposur mungkin, yang telah dikonfirmasi pada primata non-manusia. Filoviruses tidak alami ditransmisikan oleh aerosol. Mereka adalah, namun, sangat menular sebagai bernapas 0,8-1.2 mikron tetesan dalam laboratorium; karena dari rute ini potensi infeksi virus ini telah diklasifikasikan sebagai senjata biologis Kategori A.

Semua epidemi Ebola terjadi dalam kondisi sub rumah sakit, di mana praktek-praktek dasar pengecekan hygiene dan sanitasi yang sering kemewahan baik atau tidak diketahui pengasuh dan di mana sekali pakai jarum dan autoclaves tidak tersedia atau terlalu mahal. Di rumah-sakit modern dengan sekali pakai jarum dan pengetahuan dasar kebersihan dan penghalang Keperawatan teknik, Ebola telah pernah menyebar dalam skala besar. Dalam pengaturan terisolasi seperti rumah sakit quarantined atau desa, sebagian besar korban yang terinfeksi tak lama setelah ada kasus pertama dari infeksi. Cepat timbulnya gejala dari waktu menjadi penyakit menular pada individu membuatnya mudah untuk mengidentifikasi individu-individu yang sakit dan membatasi kemampuan individu untuk menyebarkan penyakit dengan perjalanan. Karena tubuh almarhum masih menular, beberapa dokter harus mengambil langkah-langkah untuk benar membuang mayat-mayat dalam cara yang aman meskipun ritual pemakaman tradisional lokal.

Prevalensi

Wabah Ebola, dengan pengecualian dari Reston ebolavirus, terutama telah dibatasi ke Afrika. Virus sering mengkonsumsi penduduk, pemerintah dan individu dengan cepat menanggapi untuk karantina daerah, dan kurangnya jalan dan transportasi-membantu untuk mengandung pecahnya.

Vaksin telah berhasil dilindungi primata non-manusia, namun enam bulan yang diperlukan untuk menyelesaikan imunisasi yang membuatnya tidak praktis dalam sebuah epidemi. Untuk mengatasi masalah ini pada tahun 2003 vaksin yang menggunakan adenoviral (ADV) vektor membawa Ebola spike protein diuji pada makan kepiting kera. Monyet-monyet yang menantang dengan virus Duapuluh Delapan hari kemudian, dan tetap tahan. Pada tahun 2005 vaksin yang didasarkan pada stomatitis vesicular rekombinan berasal dari selubung virus (VSV) vektor membawa Ebola glikoprotein atau glikoprotein Marburg berhasil dilindungi primata non-manusia, membuka uji klinis pada manusia. Pada bulan Oktober studi selesai sidang manusia pertama yang memberikan tiga vaksinasi selama tiga bulan menunjukkan kemampuan aman merangsang respon imun. Individu diikuti selama setahun, dan pada tahun 2006 sebuah studi pengujian lebih cepat-bertindak, satu tembakan vaksin mulai. Studi ini dijadwalkan selesai tahun 2008.
 
Gejala

Periode inkubasi-nya dapat berkisar dari 2 sampai 21 hari tetapi umumnya 5-10 hari. Gejala bervariasi dan sering muncul tiba-tiba. Awal gejala termasuk demam tinggi (setidaknya 38.8 ° C, 101.8 ° F), sakit kepala parah, otot, bersama, atau sakit perut, kelemahan parah, kelelahan, sakit tenggorokan, mual, pusing, internal dan eksternal pendarahan. Sebelum pecahnya dugaan, gejala-gejala awal ini dengan mudah keliru untuk malaria, demam tipus, disentri, influenza, atau berbagai infeksi bakteri, yang semua jauh lebih umum dan dapat diandalkan kurang fatal.

Ebola mungkin kemajuan menyebabkan gejala yang lebih serius, seperti diare, kotoran berdarah atau gelap, muntah darah, mata merah distension dan pendarahan arteriola sclerotic, petechia, penyakit ruam dan purpura. Gejala lain, sekunder termasuk hipotensi (tekanan darah rendah), hypovolemia dan tachycardia. Interior pendarahan yang disebabkan oleh reaksi antara virus dan platelet yang memproduksi bahan kimia yang akan dipotong sel-ukuran lubang dinding kapiler.

Kadang-kadang, internal dan eksternal pendarahan dari lubang, seperti hidung dan mulut, juga dapat terjadi, juga dari luka-luka yang sembuh belum sepenuhnya diketahui cirinya seperti jarum-lubang situs. Ebola virus dapat mempengaruhi tingkat sel darah putih dan platelet, mengganggu pembekuan. Lebih dari 50% dari pasien akan mengembangkan beberapa derajat hemorrhaging.

Diagnosis

Metode diagnosis Ebola termasuk pengujian sampel air liur dan urin. Ebola didiagnosis dengan tes Enzyme-Linked ImmunoSorbent Assay (ELISA). Metode diagnosis ini telah menghasilkan hasil yang berpotensi ambigu selama situasi non-wabah. Setelah Reston, dan dalam upaya untuk mengevaluasi asli uji, Dr Karl Johnson dari CDC diuji San Blas Indian dari Amerika Tengah, yang tidak punya sejarah Ebola infeksi, dan mengamati 2% hasil positif. Peneliti lain kemudian diuji sera dari penduduk asli Amerika di Alaska dan menemukan persentase yang sama hasil positif. Untuk memerangi positif palsu, tes lebih kompleks yang didasarkan pada sistem ELISA dikembangkan oleh Tom Kzaisek di USAMRIID, yang kemudian diperbaiki dengan antibodi Immunofluorescent analisis (IFA). Namun tidak digunakan selama serosurvey mengikuti Reston. Tes ini tidak tersedia secara komersial.

Perawatan

Ada tidak ada standar perawatan untuk Ebola demam hemorrhagic. Perawatan terutama mendukung dan termasuk meminimalkan prosedur invasif, menyeimbangkan elektrolit, dan, karena pasien sering mengalami dehidrasi, menggantikan hilang kaskade faktor untuk membantu menghentikan pendarahan, mempertahankan tingkat oksigen dan darah, dan memperlakukan semua infeksi yang rumit. Pusat plasma (faktor-faktor dari orang-orang yang terlestarikan Ebola infeksi) menunjukkan janji sebagai pengobatan untuk penyakit. Ribavirin tidak efektif. Interferon juga dianggap tidak efektif. Dalam monyet, administrasi inhibitor kaskade (rNAPc2) telah menunjukkan beberapa manfaat, melindungi 33% dari hewan yang terinfeksi dari biasanya 100% (untuk monyet) mematikan infeksi (Namun, inokulasi ini tidak bekerja pada manusia). Pada awal 2006, para ilmuwan di USAMRIID mengumumkan tingkat 75% pemulihan setelah menginfeksi empat Monyet rhesus dengan '' Ebolavirus'' dan pemberian obat-obatan antisense Morpholino. Pengembangan antisense Morpholino peningkatan conjugated dengan sel menembus peptida sedang berlangsung.

Prognosis

Ebola hemorrhagic demam mematikan dan mencakup berbagai gejala termasuk demam, muntah, diare, sakit umum atau malaise, dan kadang-kadang internal dan eksternal pendarahan. Rentang waktu dari onset gejala mati adalah biasanya antara 2 dan 21 hari. Pada minggu kedua infeksi, pasien akan baik defervesce (the demam akan mengurangi) atau mengalami kegagalan sistemik multi-organ. Tingkat kematian biasanya tinggi, dengan tingkat fatalitas kasus manusia yang berkisar 50–89%, tergantung pada spesies atau strain virus. Penyebab kematian ini biasanya disebabkan oleh kegagalan shock atau organ hypovolemic.

Ebola Osifikasi

Wabah Ebola di antara populasi manusia umumnya menghasilkan dari penanganan bangkai binatang liar yang terinfeksi. Penurunan populasi hewan umumnya mendahului wabah di antara populasi manusia. Ini telah mengakibatkan pengawasan 2003 populasi hewan untuk memprediksi dan mencegah Ebola wabah.
Wabah Ebola telah menunjukkan penurunan diamati 88% di simpanse populasi pada tahun 2003.
Reston ebolavirus, yang telah tidak sebelumnya wabah di Afrika dan non-patogenik pada manusia, baru-baru ini diakui di populasi babi di Filipina; penemuan ini menunjukkan bahwa virus telah beredar sejak dan mungkin sebelum penemuan awal Reston ebolavirus pada tahun 1989 di antara monyet.

Sejarah Ebola

Munculnya
Ebolavirus pertama kali muncul pada tahun 1976 di wabah Ebola demam hemorrhagic di Zaire dan Sudan. Strain Ebola yang pecah di Zaire memiliki salah satu tingkat fatalitas kasus tertinggi dari virus patogen manusia, sekitar 90%, dengan tingkat fatalitas kasus di 88% pada tahun 1976, 59% pada tahun 1994, 81% pada tahun 1995, 73% pada tahun 1996, 80% pada 2001-2002, dan 90% pada tahun 2003. Ketegangan yang pecah kemudian di Sudan memiliki tingkat fatalitas kasus sekitar 50%.

Sementara menyelidiki wabah Simian demam hemorrhagic (SHFV) pada November 1989, elektron microscopist dari USAMRIID ditemukan filoviruses mirip Ebola di jaringan sampel yang diambil dari monyet pemakan kepiting yang diimpor dari Filipina ke Hazleton laboratorium Reston. Berkat lethality dicurigai dan sebelumnya jelas virus, penyelidikan dengan cepat menarik perhatian.

Sampel darah yang diambil dari 178 hewan penangan selama insiden. Orang-orang, enam hewan penangan akhirnya seroconverted. Ketika penangan gagal menjadi sakit, CDC menyimpulkan bahwa virus telah pathogenicity sangat rendah untuk manusia.

Filipina dan Amerika Serikat telah tidak ada kasus yang sebelumnya infeksi, dan atas isolasi lebih lanjut menyimpulkan lain jenis Ebola atau filovirus baru Asia, dan bernama '' Reston ebolavirus'' (REBOV) setelah lokasi kejadian.

Kasus baru-baru ini
Pada tahun 1992, anggota Jepang Aum Shinrikyo pemujaan dianggap menggunakan Ebola sebagai senjata teror. Pemimpin mereka, Shoko Asahara, mengakibatkan sekitar empat puluh anggota Zaire dengan kedok menawarkan bantuan medis kepada korban Ebola dalam upaya dianggap untuk memperoleh sampel virus. Karena virus tinggi morbiditas, itu adalah agen yang potensial untuk senjata biologis.

Mengingat sifat mematikan Ebola, dan, karena tidak ada vaksin disetujui atau perawatan tersedia, itu diklasifikasikan sebagai agen tingkat 4 biosafety, serta agen bioterorisme Kategori A oleh Centers for Disease Control and Prevention. Ini memiliki potensi untuk weaponized untuk digunakan dalam senjata biologis. Efektivitas sebagai senjata biologis terganggu oleh lethality yang cepat sebagai pasien dengan cepat mati sebelum mereka dapat secara efektif penyebaran penyakit menular.

Perhatian yang dikumpulkan dari wabah di Reston mendorong peningkatan kepentingan publik, yang mengarah ke penerbitan karya-karya fiksinya yang banyak.

BBC melaporkan bahwa dalam sebuah penelitian yang sering wabah ebola telah mengakibatkan kematian 5.000 gorila.

30 Agustus 2007, 103 orang (100 orang dewasa dan anak-anak tiga) terinfeksi oleh wabah dicurigai demam hemorrhagic di desa Kampungu, Republik Demokratik Kongo. Pecahnya dimulai setelah pemakaman dua kepala desa, dan orang-orang yang 217 di empat desa jatuh sakit. Organisasi Kesehatan Dunia mengirim tim untuk mengambil sampel darah untuk analisis dan menegaskan bahwa banyak kasus hasil '' Ebolavirus''. Kongo terakhir utama Ebola epidemi membunuh 245 orang pada tahun 1995 Kikwit, sekitar 200 km dari sumber wabah Agustus 2007.

Pada tanggal 30 November 2007, Departemen Kesehatan Uganda dikonfirmasi wabah Ebola di distrik Bundibugyo. Setelah konfirmasi sampel yang diuji oleh laboratorium rujukan Nasional Amerika Serikat dan pusat pengendalian penyakit, World Health Organization dikonfirmasi kehadiran spesies baru '' Ebolavirus'' yang kini sementara dinamai Bundibugyo. Epidemi datang resmi berakhir pada 20 Februari 2008. Sementara itu berlangsung, 149 kasus strain baru ini dilaporkan, dan 37 dari mereka menyebabkan kematian.

Simposium Internasional untuk mengeksplorasi lingkungan dan filovirus, sistem sel dan interaksi filovirus, dan filovirus perawatan, dan pencegahan adalah yang akan diadakan di pusat Culturel Français, Libreville, Gabon selama Maret 2008. Virus muncul di selatan provinsi Kasai Barat pada tanggal 27 November 2008, dan darah dan bangku sampel dikirim ke laboratorium di Gabon dan Afrika Selatan untuk identifikasi.

Penyakit misterius yang telah membunuh sebelas dan terinfeksi dua puluh satu orang di selatan Republik Demokratik Kongo telah diidentifikasi sebagai Ebola virus. Doctors Without Borders laporan kematian 11 Senin 29 Desember 2008 di provinsi Kasai Barat Republik Demokratik Kongo. Dikatakan bahwa lebih lanjut 24 kasus sedang dirawat. Pada Januari 2009, Angola ditutup bagian perbatasan mereka dengan DRC untuk mencegah penyebaran ebola.

Pada Maret 12, 2009, teridentifikasi perempuan berusia 45 tahun ilmuwan dari Jerman secara tidak sengaja ditusuk jarinya dengan jarum yang digunakan untuk menyuntikkan Ebola ke laboratorium tikus. Dia diberi vaksin eksperimental pernah digunakan pada manusia. Karena periode puncak untuk wabah selama periode inkubasi Ebola 21-hari berlalu 2 April 2009, dia telah dinyatakan sehat dan aman. Masih belum jelas apakah atau tidak dia pernah benar-benar terinfeksi dengan virus.

Sumber : www.news-medical.net