Tanjung Bira

Tanjung Bira, Kab. Bulukumba, Prov. Sulawesi-Selatan, Indonesia.

Sanggar Seni Panrita

STIKES Panrita Husada Bulukumba

Sekolah Sastra Bulukumba

Sekolahnya Penulis Bulukumba

Lopi Phinisi

Melanglang buana menerjang ombak mengarungi samudera

Suku Kajang, Bulukumba, Sulawesi Selatan

Hidup Selaras dengan Alam sebagai Kosmologi Suku Kajang, Bulukumba, Sulawesi Selatan

Wednesday, November 19, 2014

Dialog Publik Sekolah Sastra Bulukumba

Dok : Zulengka Tangallilia
Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang menjadi sorotan protes berbagai kalangan masyarakat di Indonesia terutama di Sulawesi-selatan.

Ratusan Mahasiswa dari berbagai Kampus di Makassar turun kejalan melakukan aksi penolakan yang berujung ricuh, pengerusakan, korban cedera fisik, bahkan jatunya korban jiwa.

Kebijakan pemerintah Jikowi-Jk inilah yang menjadi topik pembicaraan  selain tipik lainya seperti topij yang diangkat PMII Cab. Bulukumba tentang Pembangunan Jembatan Rauwwa Kassi, Bedah Rumah, dan lain-lain yang belum terselesaikan dan sarat akan adanya korupsi. 

Kegiatan yang dilakukan du Warkop Black, Kab. Bulukumba ini dihadiri oleh Ketua DPRD Kab. Bulukumba, Kapolres Bulukumba yang diwakili, Ketua KNPI Kab. Bulukumba, dan Ustads Satria.

Kegiatan yang dipelopori oleh sekolah sastra bulukumba ini diharapkan kedepanya dapat memberikan pemahaman pemuda tentang nilai-nilai kebangsaan yang menjadi topik malam ini.

Thursday, November 13, 2014

Sokola Rimba di Bulukumba

Ilustrasi
Sokola Rimba bentukan Butet Manurung telah ada di Bulukumba selama 7 Tahun. Sekolah nonvormal ini telah ada sejak 2007 dan bertempat di Kawasan Adat Ammatowa, Anak-anak masyarakat Ammatowa dimana tidak semua mandapat pendidikan. Ini semua terjadi karena Anak-anak Masyarakat adat Ammatowa biasanya membantu Orang tua mereka ketika waktu sekolah. Mereka perlu waktu khusus untuk belajar seperti pada malam hari.

"Kami mengajar mereka pada malam hari, ini karena biasanya pada Pagi hari, mereka membantu Orang Tua mereka di Ladang ataupun mengembala", Ujar Agung, Laki-laki gimbal yang menjadi pendidik di Kawasan Adat Ammatowa (13/11/0214) di Kedai Pojok.

Tentunya Selama ini, Sekolah Sastra Bulukumba yang ektensinya cukup di Kenal di Bulukumba dan Sulawesi Selatan berbanding terbalik dengan Sekolah Rimba yang sampai saat ini belum terekspos oleh masyarakat Bulukumba akan keberadaan mereka.

Wednesday, November 12, 2014

Sokolo Rimba melebarkan sayapnya sampai ke Bulukumba

Sebagai salah satu wahana pembentuk karakter bangsa, sekolah adalah lokasi penting dimana para "Nation Builders" Indonesia diharapkan dapat berjuang membawa negara bersaing di kancah global. Seiring dengan derasnya tantangan global, tantangan dunia pendidikan pun menjadi semakin besar, hal ini yang mendorong para siswa mendapatkan prestasi terbaik.


Sumber : Sekolah Pesisir Wordpress
Namun, dunia pendidikan di Indonesia masih memiliki beberapa kendala yang berkaitan dengan mutu pendidikan diantaranya adalah keterbatasan akses pada pendidikan, jumlah guru yang belum merata, serta kualitas guru itu sendiri dinilai masih kurang. Terbatasnya akses pendidikan di Indonesia, terlebih lagi di daerah berujung kepada meningkatnya arus urbanisasi untuk mendapatkan akses ilmu yang lebih baik di perkotaan.

Pria Gunawan, Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menyatakan hingga kini sebanyak 3,6 juta warga Indonesia masih buta aksara. Namun, menurut dia, angka tersebut sudah berkurang dibanding tahun-tahun sebelumnya. 

"Terus menurun, dan secara nasional tinggal 4,53 persen atau sekitar 3,6 juta jiwa dengan kelompok usia 15-59 tahun," kata dia dalam acara Seminar Nasional "Keberaksaraan Masyarakat dalam Pusaran Pembangunan" di Universitas Jember (Unej), Kamis, 28 November 2013. 


Di Sulawesi-selatan Persentase Penduduk Buta Huruf menurut Kelompok Umur 15 tahun ketas pada tahun 2013 sebanyak 16,60 % dan pada Tahun 2013 sebanyak 9,84 % (Badan Pusat Statistik). Hal ini tentu saja sudah turun dari tahun sebelumnya. Meskipun sudah mulain turun ini masih harus menjadi tugas pemerintah untuk memberantas Buta Huruf. 

Di Bulukumba sendiri, meski pendidikan telah menyentuh pelosok-pelosok desa, akan tetapi efektifitasnya masih kurang, ini terbukti dengan masih tingginya Buta Huruf untuk masyarakat yang tinggal di tempat-tempat terpencil seperti di Kawasan Adat Ammatowa Kajang, dimana kehidupan  anak-anak usia sekolah tidak sama seperti anak-anak umunya, waktu mereka untuk sekolah biasa digunakan unutk membantu orang tua mereka Berkebun, Bertani, dan Mengembala, ini merupakan salah satu masalah pendidikan didaerah-daerah terpencil dan masih memegang teguh adat sitiadat mereka.

Mereka perlu pendidikan khusus mestinya. Mungkin inilah yang menarik Relawan dari Sokola Rimba (Sebutan untuk sekolah nonvormal ini) yang dibentuk oleh perempuan umur 42 tahun Butet Manurung ini telah meluangakan Waktu untuk mencerdaskan generasi Bangsa. 

Sokola Rimba ini sendiri ini membantu anak-anak yang tidak sekolah untuk mendapat Pendidikan yang lebih baik dengan mengajarkan mereka untuk membaca, menulis dan bahkan ikut kesetaraan pendidikan seperti mengikutsertakan mereka dalam Ujian Paket A, B, dan C.

Di Bulukumba sendiri tidak ketinggalan, Sokola Rimba ini ternyata telah ada sejak tahun 2007,  untuk membantu Pendidikan Masyarakat Adat Ammatowa. di Bulukumba, Sokola Rimba dimentori oleh Agung, Laki-laki berambut gimbal ini mengaku sudah hampir satu tahun membantu Anak-anak Masyarakat Adat Ammatowa. hal ini masih belum banyak diketahui masyarakat Bulukumba tentang adanya Sekolah non Formal yang bergerak dalam bidang Pendidikan.

Kedepannya, semoga pemerintahan Bulukumba memberikan perhatian lebih kepada  mereka yang meluangkan Waktunya unutk mencerdaskan Generasi Mudah.

Tuesday, November 11, 2014

Sekolah Sastra Menerima Santri Baru


Sekolah sastra Bulukumba (SSB) di tahun  keempat kali ini membuka Penerimaan Santri Baru (Sebutan untuk anggota), Kegiatan yang akan dilaksanakan di Bulukumba ini dihadiri oleh berbagai Penggiat Seni di Bulukumba. Sekolah nonformal ini merupakan wadah bagi pecinta Sastra. Kegiatan yang akan dilaksanakan pada Hari minggu, 23 November 2014 bertempat di Sekretariat Sekolah Sastra Bulukumba di jalan Muh. Hatta, No.27 C samping toko Eramedia Bulukumba. "Diharapkan kedepannya generasi muda khususnya di Bulukumba lebih gemar membaca" begitulah ucapan ketua SSB Ahmad Mutahir ( 11/11/2014) di Warkop Black.

Thursday, November 6, 2014

Seruan Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM

Pemerintahan Jokowi-JK seperti yang dirilis berbagai Media Nasional telah memastikan kenaikan Harga BBM akhir tahun 2014 ini . lagi lagi alasannya adalah bahwa susbsidi BBM teramat membebani APBN kita serta subsidi tersebut tidak tepat sasaran. Anggarannya akan dialihkan ke dalam sektor lain yang membutuhkan percepatan pembangunan, mulai dari infrastruktur hingga pelayanan kesehatan dan pendidikan masyarakat dan lain lain. 

Betulkah Kenaikan BBM ini adalah solusi untuk kesejahteraan Rakyat? Ichsanuddin Noorsy pakar ekonomi, dia berpendapat jika harga BBM subsidi dinaikkan Rp 1.000/liter saja maka inflasi akan naik 1,43%. Selain itu, laju presentase kemiskinan juga akan naik 0,41%. Artinya aka ada penambahan masyarakat miskin 1,5 hingga 1,6 juta jiwa jika naik Rp. 1.000/liter. Jadi, jika pemerintah menaikkan harga BBM Rp. 3.000/liter maka penambahan presentease masyarakat miskin menjadi 1, 23 % atau sekitar 4,5 sampai 4,8 juta jiwa masyarakat miskin. Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, pada bulan Maret 2014, jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 28,28 juta orang, sekitar 11,25% dan jika kenaikan harga BBM ini dinaikkan aka ada 33,08 juta jiwa rakyat miskin.

Kalau begitu, betulkah kita memiliki alasan yang logis untuk tidak menolak kenaikan harga BBM jika faktanya seperti itu? Karena kenyataannya KAPITALIS akan semakin berjaya atas kenaikan harga BBM tsrsebut, karena isu BBM tidak hanya pada konteks bahan bakar minyak melainkan kita berbicara atas nasib rakyat pelaku usaha kecil kebawah yang akan langsung merasakan dampaknya. Kelas usaha ini kemudian akan kesulitan mendapatkan bahan produksi yang murah sebab pasar akan di kuasai oleh kapitalis kapitalis yng seenaknya menentukan harga. Lain lagi Kenaikan harga-harga barang, terutama kebutuhan pokok, menggerus daya beli rakyat. Upah buruh juga ikut tergerus. Seperti kenaikan BBM tahun 2013 lalu, daya beli kaum buruh tergerus hingga 30%. Kenaikan harga BBM membawa rentetan yang panjang: kenaikan ongkos ransportasi, kenaikan biaya sewa kontrakan, dan kenaikan biaya hidup. Program-program yang diberikan kepada pemerintah untuk mengatasi lonjakan kenaikan harga BBM seperti penambahan alokasi anggaran untuk pertanian, pembangunan, pendidikan, dan kesehatan bukanlah hal yang substansi.

Hari ini kita selalu mengamini bahwa Indonesia kaya energi. Masalahnya sumber-sumber energi kita dikuasai oleh asing: sekitar 85-90% ladang minyak kita dikuasai perusahaan asing, 90% produksi gas kita dikuasai oleh 6 perusahaan asing, dan sekitar 70% produksi batubara kita dikuasai asing sungguh ironis.

Jadi, jelaslah bila kebijakan kenaikan harga BBM adalah upaya mendorong kegiatan liberalisasi serta semakin memastikan Kapitalisme berjaya mendominasi bisnis ritel BBM di Indonesia. Alasan "mulia" dibalik kebijakan ini, seperti penghematan anggaran tampak tak lebih dari penyesatan belaka, karena APBN justru lebih terbebani oleh utang Negara. Olehnya itu kenaikan Harga BBM masih butuh pengkajian dan analisa yang mendalam, sebab persoalan Pokok negara kita adalah memastikan 100 persen kekayaaan indonesia digarap dan di manpaatkan utk kesejahteraan rakyat. 

Lewat tulisan ini kami KOMITE KONSOLIDASI RAKYAT BULUKUMBA mengajak kepada para Mahasiswa, Kaum Tani Nelayan. Marjinal Kota, Kaum yang hari ini kritis atas sikap kesewenangan, serta masyarakat Bulukumba yang hari ini masih Konsisten tsrhadap perjuangan perjuangan Nasib Rakyat kecil, dalam rangka merapatkan barisan, kita getarkan sekali saja tanah bumi panrita Seruan Aksi.

TOLAK KENAIKAN HARGA BBM

Pemerintahan Jokowi-JK seperti yang xirilis berbagai Media Nasional telah memastikan kenaikan Harga BBM akhir tahun 2014 ini . lagi lagi alasannya adalah bahwa susbsidi BBM teramat membebani APBN kita serta subsidi tersebut tidak tepat sasaran. Anggarannya akan dialihkan ke dalam sektor lain yang membutuhkan percepatan pembangunan, mulai dari infrastruktur hingga pelayanan kesehatan dan pendidikan masyarakat dan lain lain. 5

Betulkah Kenaikan BBM ini adalah solusi untuk kesejahteraan Rakyat? Ichsanuddin Noorsy pakar ekonomi, dia berpendapat jika harga BBM subsidi dinaikkan Rp 1.000/liter saja maka inflasi akan naik 1,43%. Selain itu, laju presentase kemiskinan juga akan naik 0,41%. Artinya aka ada penambahan masyarakat miskin 1,5 hingga 1,6 juta jiwa jika naik Rp. 1.000/liter. Jadi, jika pemerintah menaikkan harga BBM Rp. 3.000/liter maka penambahan presentease masyarakat miskin menjadi 1, 23 % atau sekitar 4,5 sampai 4,8 juta jiwa masyarakat miskin. Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, pada bulan Maret 2014, jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 28,28 juta orang, sekitar 11,25% dan jika kenaikan harga BBM ini dinaikkan aka ada 33,08 juta jiwa rakyat miskin.

Kalau begitu, betulkah kita memiliki alasan yang logis utk tidak menolak kenaikan harga BBM jika faktnya zeperti itu? Karena kenyataannya KAPITALIS akan semakin berjaya atas kenaikan harga BBM tersebut, karena isu BBM tidak hanya pada konteks bahan bakar minyak melainkan kita berbicara atas nasib rakyat pelaku usaha kecil kebawah yang akan langsung merasakan dampaknya. Kelas usaha ini kemudian akan kesulitan mendapatkan bahan produksi yang murah sebab pasar akan di kuasai oleh kapitalis kapitalis yng seenaknya menentukan harga. Lain lag Kenaikan harga-harga barang, terutama kebutuhan pokok, menggerus daya beli rakyat. Upah buruh juga ikut tergerus. Seperti kenaikan BBM tahun 2013 lalu, daya beli kaum buruh tergerus hingga 30%. Kenaikan harga BBM membawa rentetan yang panjang: kenaikan ongkos ransportasi, kenaikan biaya sewa kontrakan, dan kenaikan biaya hidup. Program-program yang diberikan kepada pemerintah untuk mengatasi lonjakan kenaikan harga BBM seperti penambahan alokasi anggaran untuk pertanian, pembangunan, pendidikan, dan kesehatan bukanlah hal yang substansi.

Hari ini kita selalu mengamini bahwa Indonesia kaya energi. Masalahnya sumber-sumber energi kita dikuasai oleh asing: sekitar 85-90% ladang minyak kita dikuasai perusahaan asing, 90% produksi gas kita dikuasai oleh 6 perusahaan asing, dan sekitar 70% produksi batubara kita dikuasai asing sungguh ironis.

Jadi, jelaslah bila kebijakan kenaikan harga BBM adalah upaya mendorong kegiatan liberalisasi serta semakin memastikan Kapitalisme berjaya mendominasi bisnis ritel BBM di Indonesia. Alasan ‘mulia’ dibalik kebijakan ini, seperti penghematan anggaran tampak tak lebih dari penyesatan belaka, karena APBN justru lebih terbebani oleh utang Negara. Olehnya itu kenaikan Harga BBM masih butuh pengkajian Aerra analisa yang mendalam, sebab persoalan Pokok negara kita adalah memastikan 100 persen kekayaaan indonesia digarap dan di manpaatkan utk kesejahteraan rakyat. 

Lewat tulisan ini kami KOMITE KONSOLIDASI RAKYAT BULUKUMBA mengajak kepada para Mahasiswa, Kaum Tani Nelayan. Marjinal Kota, Kaum yang hari ini kritis atas sikap kesewenangan, serta masyarakat Bulukumba yang hari ini masih Konsisten tsrhadap perjuangan perjuangan Nasib Rakyat kecil, dalam rangka merapatkan barisan, kita getarkan sekali saja tanah bumi panrita lopi, sama sama kita dendangkan dan teriakkan orasi orasi politik penolakan Kenaikan Harga BBM.

Dengan semangat dn tujuan yang sama: 
1. Tolak kenIkan Harga BBM sebab akan menyensarakan rakyat kecil


Salam Juang......

Hormatku
Pimpinan KKRB bulukumba

Ditulis Oleh : Ari M Dirgantara

Penyair dan Teaterawan muda berambut gondrong kelahiran Bulukumba, 5 November 1984. Saat ini aktif di KKRB Bulukumba.

Ari M Dirgantara