Tanjung Bira

Tanjung Bira, Kab. Bulukumba, Prov. Sulawesi-Selatan, Indonesia.

Sanggar Seni Panrita

STIKES Panrita Husada Bulukumba

Sekolah Sastra Bulukumba

Sekolahnya Penulis Bulukumba

Lopi Phinisi

Melanglang buana menerjang ombak mengarungi samudera

Suku Kajang, Bulukumba, Sulawesi Selatan

Hidup Selaras dengan Alam sebagai Kosmologi Suku Kajang, Bulukumba, Sulawesi Selatan

Wednesday, January 22, 2014

Defenisi Demensia

Seiring dengan bertambahnya usia, sesorang biasanya mengalami gangguan Fungsi kognitif antara lain Demensia, ini biasanya dialami oleh para Lanjut usia (Lansia) dan beresiko pada mereka yang masih berusia muda. Apa itu Demensia, Yuk kita belajar bersama.

Demensia merupakan sindrom yang ditandai oleh berbagai gangguan fungsi kognitif tanpa gangguan kesadaran. Gangguan fungsi kognitif antara lain pada intelegensi, belajar dan daya ingat, bahasa, pemecahan masalah, orientasi, persepsi, perhatian dan konsentrasi, penyesuaian, dan kemampuan bersosialisasi. (Arif Mansjoer, 1999).

Demensia adalah gangguan fungsi intelektual tanpa gangguan fungsi vegetatif atau keadaan yang terjadi. Memori, pengetahuan umum, pikiran abstrak, penilaian, dan interpretasi atas komunikasi tertulis dan lisan dapat terganggu. (Elizabeth J. Corwin, 2009).

Demensia adalah penurunan fungsi intelektual yang menyebabkan hilangnya independensi sosial. (William F. Ganong, 2010).

Menurut Grayson (2004) menyebutkan bahwa demensia bukanlah sekedar penyakit biasa, melainkan kumpulan gejala yang disebabkan beberapa penyakit atau kondisi tertentu sehingga terjadi perubahan kepribadian dan tingkah laku.

Demensia adalah sindroma klinis yang meliputi hilangnya fungsi intelektual dan memori yang sedemikian berat sehingga menyebabkan disfungsi hidup sehari -hari. Demensia merupakan keadaan ketika seseorang mengalami penurunan daya ingat dan daya pikir lain yang secara nyata mengganggu aktivitas kehidupan sehari hari (Nugroho, 2008).

Demensia dapat diartikan sebagai gangguan kognitif dan memori yang dapat mempengaruhi aktifitas sehari-hari. Penderita Demensia seringkali menunjukkan beberapa gangguan dan perubahan pada tingkah laku harian (behavior symptom) yang menganggu (disruptive) ataupun tidak menganggu (non-disruptif) (Voicer. L., Hurley, A.C., Mahoney, E.1998).

Tuesday, January 21, 2014

Apa kata Anggota Dewan tentang RUU Keperawatan dan Perawat ?

Selamat siang sahabat Blogger, apa kabar nhy ?, pada baik bukan ?. Informasi terbaru Bagi teman-teman yang Berprofesi sebagai perawat atau yang masih melanjutkan studinya. Udah cari informasi belum tentang Undang-undang Keperawatan ?, Apa Undang-undang keperawatan udah rampung atau belum ?. Yah, pasti sebagian teman-teman ngak tahu bukan ?. Aduh, jadi perawat disiplin ilmu dong dan Updeta Info terbaru tentang kesehatan.

Ini saya bagikan Vidio " Apa kata anggota dewan yth tentang RUU Keperawatan dan Perawat ? " yang upload teman-teman kita yang memperjuangkan Undang-undang Keperawatan di Gedung DPR di Senayang. Menkes RI menginformasikan bahwa jumlah Perawat di Indonesia adalah 220.575 orang. Wah, kalau bersatu, Gimana jadinya Pelayanan Kesehatan yah ?. Kita berimajinasi bersama aja yah !

Yuk Kita Simak baik-baik. moga teman-teman terinspirasi dari Vidio ini :



Sumber : You Tube


Tuesday, January 14, 2014

Negara Indonesia


Geografi
Indonesia adalah negara ke-16 terbesar di dunia dalam hal luas lahan. Ini adalah negara kepulauan terbesar di dunia dan terdiri dari sekitar 17.500 pulau, terletak di antara Asia dan Australia. Ada lima pulau besar: Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Irian Jaya atau Papua yang berbatasan dengan Papua Nugini. Dua kelompok yang tersisa dari pulau-pulau yang Maluku dan Nusa Tenggara, berjalan dari Sulawesi ke Papua di utara dan dari Bali ke Timor di selatan. Pulau-pulau lain yang kecil dan sebagian besar tidak berpenghuni. Lebih dari 80% dari wilayah Indonesia ditutupi dengan air, luas lahan sekitar 1.860.360 sq.km.

Demografi

Dengan jumlah penduduk 237.560.000 orang (berdasarkan estimasi sensus penduduk yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik Nasional-BPS, 2010), Indonesia adalah negara terbesar keempat di dunia dalam hal populasi. Sekitar 60 persen penduduk tinggal di Pulau Jawa, ini hanya tujuh persen dari total luas negara itu. Kepadatan rata-rata nasional adalah 109 orang per km persegi tetapi ada perbedaan besar antara pulau-pulau. Sedangkan kepadatan Jawa adalah 951 orang per km persegi, Kalimantan hanya memiliki 20 orang per km persegi. Sekitar 118 juta orang (52 persen dari populasi) tinggal di daerah perkotaan.

Governance

Indonesia secara administratif dibagi menjadi provinsi dan kabupaten . Antara 2001 dan 2006 , jumlah provinsi diperluas 27-33 . Setiap provinsi dibagi menjadi distrik - unit administratif desentralisasi , dan kotamadya . Secara keseluruhan , pada tahun 2009 , ada 465 kabupaten dan 95 kota di Indonesia . Unit administrasi tambahan yang kecamatan dan desa . Pada tahun 2007 , ada 6.093 kecamatan dan 65.189 desa di Indonesia ( 31 Januari 2008 , Departemen Dalam Negeri , Indonesia ) .

Desentralisasi dilaksanakan pada tahun 2001 memiliki dampak yang luar biasa pada sistem kesehatan nasional . Kabupaten diberi keleluasaan penuh dalam memprioritaskan sektor-sektor pembangunan . Dalam banyak masalah kesehatan kabupaten tidak mendapatkan perhatian yang cukup , atau pendanaan , yang tercermin oleh runtuhnya dekat sistem surveilans , salah satu tulang punggung pengendalian penyakit .

Mengakui situasi ini , upaya baru telah dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi isu-isu implementasi dengan merevisi undang-undang yang mengatur desentralisasi pada tahun 2004 . Diharapkan bahwa hukum dan peraturan baru yang lebih baik akan mengatasi masalah pelaksanaan desentralisasi .

Sumber : 

http://www.ino.searo.who.int




India, 3 Tahun bebas Polio


Virus polio liar belum ditemukan di India sejak 13 Januari 2011 yang berarti bahwa , dari tanggal tersebut , India tidak lagi menjadi negara di mana polio menjadi endemik . Tiga tahun menjalankan polio gratis merupakan tonggak penting bagi negara secara keseluruhan , tetapi keberhasilan kesadaran imunisasi dan kampanye telah memiliki dampak yang lebih luas - dengan prestasi ini , diharapkan segera seluruh wilayah Asia Tenggara dapat dianggap certifiably bebas dari polio . Sebuah komisi ahli akan bertemu di kantor Organisasi Kesehatan Dunia pada akhir Maret untuk menganalisis data dan menentukan status polio untuk Daerah.

Secara historis , India telah menjadi reservoir endemik polio terbesar di dunia dengan antara 50 000-100 000 kasus polio paralitik yang terjadi setiap tahun antara tahun 1978 dan 1995. Hal ini juga menjadi salah satu sumber utama impor polio untuk negara lain. Pencapaian ini telah didorong oleh kemitraan antara Pemerintah India, organisasi internasional , LSM lokal dan lembaga-lembaga lainnya. Sebuah mobilisasi yang luar biasa dari petugas kesehatan yang diperlukan untuk mencapai titik ini, khususnya di Uttar Pradesh dan Bihar negara. Hasil ini telah menjadi sistem yang lebih baik pemberian vaksin, staf kesehatan yang lebih baik terlatih dan pengawasan kualitas tinggi, pemantauan dan mekanisme penelitian .

Ini tidak berarti bahwa virus tidak dapat muncul kembali dalam salah satu negara atau Daerah. Tidak ada ruang untuk berpuas diri dengan pekerjaan vaksinasi polio yang sedang berlangsung. Tingkat imunitas tinggi harus terus untuk melindungi orang-orang di Daerah dan sebagai yang lebih baru, intervensi yang lebih komprehensif yang dikembangkan, ini juga perlu digulirkan. Selain itu, sementara tidak ada kasus baru polio liar telah direkam baru-baru ini, penyakit dalam bentuk yang berbeda dapat dibawa untuk Daerah melalui mereka yang telah dikontrak itu di bagian lain dunia dan kemudian melakukan perjalanan ke Asia Tenggara.

Sumber :

http://www.searo.who.int/mediacentre/features/2014/sea-polio/en/index.html


Friday, January 10, 2014

GENOGRAM (FAMILYANATOMY)

Hy Sahabat Blogger dan Teman-teman Perawat, gimana kabarnya, baik bukan ?. mungkin pada bingung nhy  tentang Genogram dalam Penyusunan Asuhan Keperawatan,  soalnya teman-teman aku biasanya dalam menyusun Genogram seusai mengkaji Pasien itu suka berdebat tentang Genogram. Sebelum kita Menyusun Genogram, alangkah baiknya kita tau apa sih itu Genogram, dan Bagaimana sih cara yang benar dalam penyusunan Genogram, yuk kita mulai saja bagi ilmunya.

Sejarah Genogram 


Genogram pertama kali diperkenalkan oleh Murray Bowen pada tahun 1950 sebagai alat yang digunakan dalam terapi keluarga (Peluso, 2003: 287). Bowen meyakini bahwa proses keluarga dapat mengungkap persoalan emosional individu yang belum terpecahkan.

Kemudian pengunaan genogram diperluas oleh banyak peneliti, di antaranya: Okiishi (1985) , Halevy (1988), Hardy andLaszloffy (1995), Dunn and Levitt (2000), Malott andMagnuson (2004), dan Peluso (2006). Okiishi (Supriatna, 2009: 61), mengembangkan genogram sebagai alat bantu di dalam wawancara konseling karier. Dalam wawancara genogram dapat dianalisis berbagai aspek yang berkaitan dengan pengenalan diri dan lingkungan, khususnya dunia kerja. Hal-hal yang dapat dianalisantara lain mengenai: 
  1. Isi
  2. Pengamatan diri konseli
  3. Pemahaman lingkungan dan dunia kerja
  4. Proses pembuatan keputusan
  5. Model-model pola hidup dan
  6. Model-model okupasional.
Halevy (1988), menggunakan genogram pada pelatihankonseling lintas-budaya untuk memfasilitasi para siswa dalam memahami dirinya. Malott and Magnuson (2004), menggunakan genogram untuk mengeksplorasi perkembangan karier konseli

Genogram

Genogram adalah  suatu alat bantu berupa peta skema (visual map) dari silsilah keluarga pasien  yang berguna  bagi  pemberi layanan kesehatan untuk segera mendapatkan  informasi tentang nama anggota keluarga pasien, kualitas hubungan antar anggota keluarga.3  Genogram adalah biopsikososial pohon keluarga, yang mencatat tentang siklus kehidupan keluarga, riwayat sakit di dalam keluarga serta hubungan antar anggota keluarga.

Unsur-unsur Genogram
Di dalam genogram berisi : 
  1. nama
  2. umur
  3. status menikah
  4. riwayat perkawinan
  5. anak-anak
  6. keluarga satu rumah
  7. penyakit-penyakit spesifik
  8. tahun meninggal dan 
  9. pekerjaan. 
Juga terdapat informasi tentang hubungan emosional, jarak atau konflik antar anggota keluarga, hubungan penting dengan profesional yang lain  serta informasi-informasi lain yang relevan. Dengan genogram  dapat digunakan juga  untuk menyaring kemungkinan adanya kekerasan (abuse) di dalam keluarga.

Genogram idealnya diisi sejak kunjungan pertama anggota keluarga, dan selalu dilengkapi (update) setiap ada informasi baru tentang  anggota keluarga   pada kunjungan-kunjungan selanjutnya. Dalam teori sistem keluarga dinyatakan bahwa keluarga  sebagai sistem yang saling berinteraksi dalam suatu unit emosional. Setiap kejadian emosional keluarga dapat mempengaruhi atau melibatkan sediktnya 3 generasi keluarga. Sehingga idealnya, genogram dibuat minimal untuk 3 generasi.

Dengan demikian, genogram dapat membantu teman-teman  untuk :
  1. mendapat informasi dengan cepat tentang data yang terintegrasi antara kesehatan fisik dan mental di dalam keluarga
  2. pola multigenerasi  dari penyakit dan disfungsi



Simbol-simbol yang digunakan dalam Genogram

(Gambar 1)

(Gambar 2)

Sekian dulu yah sahabat blogger dan teman-teman Perawat, kalau ada kekeliruan dalam penulisan aku, komment yah. soalnya manusia, ngak sempurnah. hehehe.

Sumber : 
  1. Sumber (gambar1) : Sloane, P.D., Slatt, L.M., Ebell, M.H., & Jacques, L.B (2002). Essential ofFamily Medicine (4th Ed.).  Baltimore: Lippincott Williams & Wilkins (page 24)
  2. Sumber (gambar2): McDaniel, S., Campbell, T.L., Hepworth, J., & Lorenz, A. (2005).Family - Oriented Primary Care (2nd Ed.). New York: Springer (page 42)