" Aku sebenarnya bersedih, sedih itu menggerayam masuk ke tubuhku yang mula-mula dari paha hingga pelan sangat pelan naik ke wajahku dengan begitu cepat masuk ke dalam tubuhku, di dalamnya Ia semakin mengjadi-jadi.
Menjadikan kepingan darahku sebagai inang dan menjelajah keseluruh sel-sel tubuhku hingga Ia menjadi Aku. Aku yang saat ini. "
Itulah mungkin sekelebat perumpamaan bagi orang-orang yang berlalu lalang di sekelilingku. Sudah tak mampu lagi kuhitung berapa musim berganti, mereka dan sampai-sampai Aku pula acap kali menuliskan kata-kata...